Memuat berbagai macam hal-hal penting. Juga pengekspresian diri.

Training

Minggu, 20 November 2016

Blog


Cara mengganti background blog dengan mengedit kode html


Cara yang satu ini mungkin agak merepotkan bagi pemula, tetapi jika sudah biasa melakukannya maka akan menjadi suatu hal yang mudah. Biasanya cara ini digunakan jika template adalah merupakan hasil buatan pihak ketiga dan perlu adanya edit HTML. Berikut langkah-langkahnya :


1. Login ke blogger
2. Pilih template dan Edit HTML ( lihat gambar di bawah )




3. Carilah kode yang mirip dengan kode di bawah ini

body{
background:#dddddd url(http://2.bp.blogspot.com/-JCjoJ8AM86M/UrJjp2KOy_I/AAAAAAAAAX8/epdEE5FkMfQ/s0/noisy_grid.png) repeat scroll top left;}

lalu ganti kode yang berwarna biru dengan kode gambar yang telah anda siapkan sebelumnya. Setelah itu klik pratinjau dan jika sudah sesuai dengan kehendak maka klik saja "simpan template".

Share:

Ms. Word

Cara Menggunakan Smartart


  1. Pada tab Sisipkan, di grup Ilustrasi, klik SmartArt.

    Contoh grup Ilustrasi pada tab Sisipkan di PowerPoint 2016
  2. Di galeri Pilih Grafik SmartArt, klik Hierarki, klik tata letak bagan organisasi (seperti Bagan Organisasi), lalu klik OK.

  3. Untuk memasukkan teks Anda, lakukan salah satu hal berikut ini:
    • Klik kotak di dalam grafik SmartArt, lalu ketikkan teksnya.
      Mengetik dalam kotak di grafik SmartArt
      Catatan: Untuk hasil terbaik, gunakan opsi ini setelah Anda menambahkan semua kotak yang Anda inginkan.
    • Klik [Teks] di panel Teks, lalu ketikan teksnya.
      Mengetik dalam panel Teks
    • Salin teks dari lokasi atau program lain, klik [Teks] di panel Teks, lalu tempelkan teks Anda.

      Menambahkan kotak

      1. Klik kotak yang sudah ada yang terletak paling dekat dengan tempat yang Anda inginkan untuk menambah kotak baru.
      2. Pada Alat SmartArt, di tab Desain, dalam grup Buat Grafik, klik panah di samping Tambahkan Bentuk, lalu lakukan salah satu hal berikut:

        Catatan: Jika tidak melihat Alat SmartArt atau tab Desain, pastikan Anda sudah memilih grafik SmartArt. Mungkin harus mengklik dua kali grafik SmartArt untuk memilihnya dan membuka tab Desain.
        • Untuk menyisipkan kotak pada tingkat yang sama seperti kotak yang dipilih namun setelah kotak yang dipilih, klik Tambahkan Bentuk Setelah.
        • Untuk menyisipkan kotak pada tingkat yang sama seperti kotak yang dipilih namun sebelum kotak yang dipilih, klik Tambahkan Bentuk Sebelum.
        • Untuk menyisipkan kotak satu tingkat di atas kotak yang dipilih, klik Tambahkan Bentuk Di Atas.
          Kotak baru mengambil posisi kotak yang dipilih, dan kotak yang dipilih serta semua kotak yang berada langsung di bawahnya, masing-masing diturunkan satu tingkat.
        • Untuk menyisipkan kotak satu tingkat di bawah kotak yang dipilih, klik Tambahkan Bentuk Di Bawah.
        • Untuk menambah kotak asisten, klik Tambahkan Asisten.
          Kotak asisten ditambahkan di atas kotak lain di tingkat yang sama di dalam grafik SmartArt, tetapi ditampilkan di panel Teks setelah kotak lain tersebut di tingkat yang sama.
          Tambahkan Asisten tersedia hanya untuk tata letak bagan organisasi. Tidak tersedia untuk tata letak hierarkhi, seperti Hierarki.

      Menghapus kotak

      Untuk menghapus kotak, klik batas kotak yang ingin Anda hapus, lalu tekan Delete.
      Catatan: 
    • Ketika perlu menambahkan kotak untuk grafik yang terkait, cobalah menambahkan bentuk sebelum dan sesudah bentuk yang dipilih untuk mendapatkan penempatan bentuk baru yang Anda inginkan.
    • Untuk menambahkan bentuk dari panel Teks:
      1. Pada tingkat bentuk, tempatkan kursor di akhir teks tempat Anda ingin menambahkan bentuk baru.
      2. Tekan Enter, lalu ketikkan teks yang Anda inginkan di dalam bentuk baru.
Share:

Power Point

Tutorial membuat Hyperlink

Berikut ini adalah cara membuat hyperlink di power point:

1. langkah pertama tentu saja kamu harus buka dulu power point di laptop/pc kamu

2. Buatlah slide-slide seperti biasa. silahkan kamu isikan dulu konten slide dengan data sesuai dengan yang kamu inginkan. contoh, saya akan membuat:
a. slide 1 dengan judul : MENU UTAMA
b. slide 2 dengan judul : DATA DIRI/ BIODATA
c. slide 3 dengan judul : RIWAYAT PENDIDIKAN
d. slide 4 dengan judul : PERBANDINGAN ANTARA ADIK DAN KAKA

3. Langkah selanjutnya adalah membuat tombol yang akan di isikan hyperlink. dalam membuat tombol ini, kamu bisa menggunakan gambar (dengan ukuran yang sesuai). namun sekarang mari kita belajar yang sederhana yaitu membuat tombol hyperlink kita dengan menggunakan 'rounded rectangle' ikuti langkah dibawah ini:
a. klik insert
b. klik shape
c. pilih gambar rounded corner (sebenarnya bisa apa saja sesuai keinginan kamu)
d. pada slide 1 kamu buat dulu beberapa rounded rectangle yang akan digunakan sebagai navigasi ke slide yang sesuai dengan fungsinya.

4. nah .. sekarang saatnya kamu untuk membuat hyperlink dari tombol yang sudah kamu buat. untuk contoh yang saya buat, pertama saya akan klik pada tombol 'DATA DIRI' kemudian kamu pilih
Insert >> action.
Saat kamu klik action akan tampil menu "action setting" dan pada tab 'mouse click' kamu pilih pada hyperlink to kemudian pilih dan klik 'slide2'.
di menu slide hyperlink to slide kamu pilih slide yang akan terbuka saat kamu klik tombol itu.
untuk contoh yang saya buat kali ini saya akan memilih 'DATA DIRI' sebagai slide yang dituju saat saya klik tombol itu. jika sudah klik ok!
Share:

Dicipta dari Tulang Rusuk yang Bengkok.




Dikisahkan bahwa perempuan dicipta dari tulang rusuk Nabi Adam as yang bengkok. Hal ini mengandung hikmah agar para laki-laki memandang kesalahan dan kekurangan yang ada pada diri perempuan sebagai sesuatu yang wajar. Karena, memang bahan dasarnya sudah bengkok.

            Nasihatilah para perempuan secara baik-baik. Sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk dan sesungguhnya bagian yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah yang paling atas. Seandainya kamu meluruskannya, akan mematahkannya. Kalaulah kamu membiarkannya, maka akan selalu bengkok. Nasihatilah para perempuan dengan baik-baik.” (HR. Bukhari Muslim)

“Yang telah menciptakan kalian dari satu diri, dan darinya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah memperkembangkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS. An-Nisa’ [4]: 1)
Riwayat bahwa perempuan tercipta dari rusuk yang bengkok bukan berarti bencana, karena dari sanalah kasih sayang Allah diajarkan kepada para laki-laki. Nabi Muhammad saw memberikan nasihat yang tepat dalam menyikapi perempuan,
“Berlaku lemah lembutlah dengannya, niscaya kamu akan hidup dengannya.” (HR. Ahmad)

Menurut Dr. Syafiq Basalamah, mungkin di antara hikmah-hikmahnya adalah perempuan telah dipersiapkan untuk mengabdi kepada pasangan hidupnya, yang dari tubuhnyalah dirinya tercipta.
Mungkin...

1. PENCEMBURU 

 Cemburu adalah sifat yang mulia, bahkan dikatakan, “Bila sifat cemburu telah pergi dari kalbu maka cinta pun akan berlalu, bahkan agamanya akan pergi berlalu.”
Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki sifat pencemburu. Tetapi, kadarnya berbeda. Perempuan adalah insan yang sangat pencemburu.
Misalnya, ketika ada salah satu istrinya cemburu terhadap istri Rasul yang lain, ia meluapkan kecemburuannya dengan menampakkan kemarahannya. Tetapi Rasul menyikapinya dengan tenang tanpa menghardik ataupun memarahi istrinya.
Jadi, pada hakikatnya, kecemburuan perempuan itu wajar-wajar saja. Namun ketika sudah keterlaluan, suami wajib memberikan bimbingan dengan cara yang lembut dan pada waktu yang tepat.

2. PERASA dan MUDAH TERSINGGUNG


Pada perempuan, perasaan lebih mendominasi daripada akalnya, sebagaimana diisyaratkan oleh Nabi Muhammad saw,
“Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menghilangkan akal laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai perempuan.” (HR. Bukhari)
Merupakan sesuatu yang wajar, bila seorang perempuan mudah tersinggung dan marah. Tinggal kita yang harus pandai-pandai menyikapinya.


3. MEMERHATIKAN PENAMPILAN

Pada dasarnya, perempuan selalu menjaga penampilan dan perilakunya agar mereka selalu terlihat cantik dan menarik perhatian banyak orang. Untuk memperindah penampilannya, ia akan melakukan banyak usaha.
Banyak hal yang jika diamati selalu dilakukan oleh perempuan untuk menunjang penampilannya; memilih pakaian, perhiasan, kosmetik, dan aksesoris. Bahkan, Aisyah pun dahulu pernah meminjam kalung kakanya. Hal ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Meski begitu, kita juga perlu menyampaikan bahwa perempuan yang menarik adalah yang memiliki kecantikan alami dilengkapi dengan tingkah laku yang terpuji. Cara berpakaian dan berbicara yang santun dipadukan dengan iman dan taqwa kepada Sang Pencipta tentu menghasilkan kecantikan yang tak pudar.
“Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan sikap sombong.” (HR. Ahmad-Abu Dawud)
Share:

Jumat, 18 November 2016

Tradisi Disetiap Pesantren

Next~



Aku telah melakukan perkenalan, Riza dipilih sebagai ketua marhalah dan dirikupun dipilih sebagai seksi keamanan. Zul pun sedikit berbangga karena mampu menunjukkan kemampuan berbicaranya yang intelek meski harus dipotong oleh Ustad. Akupun mendapat banyak teman baru di marhalah, Riza mendapat kenalan satu bangkunya.
Arman Fuadi, teman sebangku Riza berbadan mungil dan berwajah kalem. Alisnya tebal, hidungnya sangat runcing seperti pensilku saat ujian nasional, wajahnya simpel dengan stok bulu mata yang terbatas. Namun wajahnya sangat khas dan mudah diingat. Dia adalah sosok yang pendiam dan cuek. Ia selalu menatap tajam setiap kali aku bertanya padanya, namun Arman akan langsung menebar senyumnya begitu ia memulai pembicaraan. Sosoknya unik namun penuh misteri. Dia satu asrama denganku namun beda kamar. “Asrama Bahagia kamar dua puluh tiga”jelasnya saat memperkenalkan diri.
Di bangku paling belakang duduk seorang berperawakan tinggi, kulitnya sawo kematangan, dengan bibir yang terbentang lebar sepuluh senti dari ufuk timur sampai penjuru barat. Wajahnya datar dan tak penuh ekspresi. Muhammad Cahya Purnomo. Namanya sedatar wajahnya. Santri ini berwajah jadul dengan suara cempreng tak bernada. Saat diriku menanyakan asramanya pun ia menjawab sangat singkat tanpa memberi pandangan sedikitpun. “Al-Falah”jawabnya saat kutanya, akupun harus bertanya kembali untuk mengetahui kamarnya, kenapa tak sekalian saja dia memberi tahu kamarnya?pikirku. “Satu”jawabnya saat kutanya kamarnya dengan singkat, padat dan menyakitkan.
Perkenalan hari ini cukup menyenangkan, Ustad Soleh menjelaskan berbagai hal yang bersangkutan dengan pondok seperti sejarah berdirinya pondok, pengalamannya selama menjadi santri di sini dan peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap santri. Ternyata pondok ini didirikan di zaman penjajahan Belanda. Tepatnya tahun 1922. Dan pernah terlibat perang dengan pasukan Jepang yang menyerang ke daerah sini.
“Pondok Pesantren ini didirikan oleh seorang Kiai besar KH.Zaenal Muhsin, dan saat beliau sudah wafat pondok ini sempat diurus oleh seorang Kiai muda yang merupakan santri Pondok Sukamanah, KH.Zaenal Musthafa”ceritanya tadi saat perkenalan pondok sambil membawa sebuah lukisan pria bersurban putih. “Beliau gugur dalam peperangan melawan penjajah Jepang!”jelasnya kembali dengan kepala merunduk dan kedua telapak tangan yang saling berpelukan, membuat kami penuh rasa ingin tahu. Sejarah pondok ini sangat panjang dan berliku-liku, penuh perjuangan untuk mendirikan pondok semegah ini. Mendengar cerita Ustad Soleh diriku merasa beruntung menjadi santri di sini, rasa kecewaku semakin terkikis dan hampir habis. Tak sia-sia diriku mengambil keputusan ini.



………………..
Share:

Tradisi Disetiap Pesantren



Next~
Sore ini begitu mendebarkan, aku dan Zul sedikit gelisah tentang  malam ini. Kami akan mulai mengaji, belajar formal di pondok. Siapa yang akan menjadi guru kami nanti? pelajaran apa yang akan kami hadapi nanti? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sedang meledak-ledak dalam benakku, seusai solat magrib semua santri akan langsung digiring ke marhalahnya masing-masing. Jadwal mengaji di sini adalah seusai solat subuh sampai jam setengah tujuh pagi, kemudian setelah solat asar sampai jam lima petang dan setelah solat magrib sampai jam delapan malam. Barulah jam delapan santri melaksanakan solat isya’ berjamaah di masjid Jami.
Solat magrib pun telah dilaksanakan, bacaan aurod telah selesai pula dibacakan. Sekarang adalah saatnya berangkat ke kelas pengajian atau marhalah. Riza tampak begitu bersemangat dan memasang wajah berseri-seri. Aku dan Zul hanya pasrah membawa sebuah al-qur’an dan buku tulis dengan pulpen lima belas senti yang terjepit di tengah buku ini. Aku dengar di pondok ini santri akan disibukkan dengan pengkajian kitab kuning. Kitab kuning dengan arab gundul, bagaimana aku bisa membacanya?pikirku gelisah. Huruf Arab yang tertulis di dalamnya adalah arab botak tanpa helai rambut harokat sedikitpun. Kami akan diberi daftar kitab yang harus kami beli setelah malam ini. jiwa ini meronta-ronta mendengar kabar-kabar menyeramkan itu, hatiku meletup-letup terbakar ketakutan dan kegelisahan jika harus berperang dengan arab botak malam ini. Bahasa arab pun tak pernah kupelajari, walau hanya satu kata, sedangkan ini adalah pengkajian kitab kuning yang bertuliskan arab botak, atau minimal arab cepak dengan harokat hanya di ujung-ujung hurufnya.
Sudah lengkap badai penderitaanku kali ini. Diriku, Riza dan Zul mencari-cari dimana kelas kami? Beberapa kali kami salah masuk dan membuat kami harus menahan malu. “Kang, ini marhalah ibtidaiyyah 1-1?”tanyaku pada seorang santri yang sebaya denganku. “Ibtidaiyyah 3”tegasnya. Mendadak darah dari sekujur tubuh mengalir deras ke permukaan pipi. Menahan malu. Beberapa kali kami harus mondar-mandir mencari-cari kelas, naik turun tangga tanpa henti.
“Hey, Zi. Kesini!”panggil Zul sambil melambai-lambaikan kelima jarinya. Diriku dan Rizapun bergegas menuju ruangan yang dibelakangi Zul itu.
Aku melihat ruangan dipenuhi santriwan dan juga santriwati, kami bertiga hanya terdiam saat duduk di ruangan marhalah ini. Zul terdiam memperhatikan seluruh penjuru ruangan dengan tatapan malas. Aku duduk satu bangku dengan Zulkarnaen, Riza duduk dengan seorang santri bertubuh pendek dan berwajah teduh. Sepertinya Riza mendapat satu teman baru, ia saling bertanya-tanya dengan teman barunya itu.
Kami semua masih membeku, belum saling kenal dan masih terkenang masa-masa di rumah. Aku dan Zul terdiam tanpa saling bertanya sedikitpun, tampaknya suasana kelas yang sangat kaku ini membuat kami berdua seolah belum saling mengenal. Dari jendela kulihat sosok lelaki berperawakan tegap dengan tubuh yang tak terlalu tinggi dan tak terlalu pendek, gaya berjalannya sangat santai dan bersahaja. Wajahnya berwibawa dan tenang. Sepertinya pria itu mengarah ke ruangan kami, dia sempat berhenti saat seorang pria lain menyapanya. Aku dan seisi kelas melempar pandangan ke pria itu, sepertinya kami semua satu pemikiran. “Itu adalah Ustad yang akan mengajar di marhalah kami!”pikirku. Zul dan Riza menatap serius gerak-gerik pria yang berdiri di luar tersebut, seorang anak bermuka gelap di ujung kelas memanjangkan lehernya berusaha meraih pandangan karena terhalang oleh teman sebangkunya yang bertubuh jumbo. Santriwati di marhalah kamipun tampak memasang wajah penasaran dan terus menatap pria itu.
“Assalamualaikum!”salam pria itu di depan pintu. Kami semua serentak menjawab salam, wajahnya menebarkan senyuman bersahaja saat mengucapkan salam, membuat hati ini tak setegang semula. Langkahnya tenang dengan memeluk sebuah buku tipis di dadanya, lalu ditaruhnya buku itu dan dia langsung menyebarkan sorotan matanya ke penjuru ruangan.
“Ini marhalah ibtidaiyyah 1-1?”tanyanya dengan suara karismatiknya. “Iya pak!”jawab seorang anak bermuka gelap dengan semangat meledak-ledak. Seluruh mata langsung tertuju pada anak yang menjawab dengan lantang tersebut. “Bagus nak! Baru hari pertama kamu sudah sesemangat itu! Siapa nama kamu?” kata pria itu dengan senyuman yang terselip di bibirnya.
“Nama saya Maul pak!”jawabnya sambil mengangguk-nganggukkan kepala. Tampaknya anak ini akan menjadi maskot di marahalah kami, di awal pertemuan ini ia sudah percaya diri seperti itu. “Baiklah, saya akan memperkenalkan diri saya dulu!”kata pria berbadan tegap itu penuh ketenangan. Setiap kata yang mengalir dari bibirnya benar-benar terasa menenangkan karena suaranya yang berat dan nada yang harmonis. “Nama saya Soleh Cahyadin”lanjutnya sambil menuliskan namanya di papan tulis. Ustad Soleh, ini adalah nama yang pas sesuai dengan postur tubuh dan bentuk wajahnya. Cara berbicaranya yang kalem melunturkan rasa tegang yang sempat menyelimuti ruangan ini. Dia menatap seisi ruangan lalu tertawa tenang sambil mengelus-ngelus dada. Ada apa dengan Ustad Soleh, kenapa sejak tadi ia terus tersenyum.
“Kalian ini, kok ngelamun aja! Semangat dong, masa semuanya tegang seperti ini!”seru Ustad Soleh sambil memukul-mukul papan tulis. “Saya akan menjadi wali kelas kalian selama satu tahun pelajaran di pondok ini!”lanjutnya berusaha menyejukkan suasana kelas yang benar-benar sepi dan membeku ini. “Wajar, kalian masih santri baru! Jadi masih malu-malu untuk mengungkapkan sesuatu!”.
“Baik, kita akan melakukan perkenalan dulu! Dimulai dari kamu!”Ustad Soleh mendadak menunjuk diriku. Tubuh ini serasa ditembak mendadak dari jarak jauh, gemetar dan kaku. Aku banting seluruh perasaan tegang yang sejak tadi menjajah raga ini, aku berusaha menenangkan diri dan menghilangkan perasaan kaku.
“Nama saya Rozi Ahmad Hambali! Saya berasal dari Indramayu!”tuturku dengan lantang, membuat seisi kelas terguncang-guncang.  Ustad Soleh tersenyum-senyum melihat diriku yang lantang memperkenalkan diri, namun pandangannya langsung beralih pada Riza. Dia menatap Riza dengan wajah terheran-heran lalu menatapku lagi, dan terus membolak-balik matanya ke Riza lalu beralih padaku. Sepertinya Ustad Soleh sedikit terheran melihat wajah kami yang tampak sama. Entah mengapa orang-orang menganggap wajah kami berdua mirip karena kami kembar. Padahal kedua orang tuaku pun tak menemukan kemiripan antara kami berdua, bahkan aku dan Riza pun tak merasa memliki wajah yang sejenis. Mungkin karena orang lain jarang bertemu dengan kami sampai-sampai mereka tak mampu membedakan kami berdua.
“Nama yang bagus! Tapi kenapa wajahmu mirip dengan anak itu?” Ustad Soleh terheran-heran. Semua pandangan tertuju padaku dan Riza begitu Ustad mengatakan wajah kami sama. Aku mendengar mereka berbisik-bisik dan memandang diriku dan Riza secara bergantian. Anak bermuka gelap yang tadi menjawab dengan lantang, manatapku dengan mata terbuka lebar dan mulut yang sedikit terbuka. Seorang perempuan berwajah putih cerah dengan bulu mata yang lentik dan jilbab yang menjulur panjang sampai ke pinggang menatapku beberapa kali lalu mengalihkan pandangan dan tersenyum malu sambil menundukkan kepala. Membuatku sedikit pede. Riza terlihat risih menjadi sorotan satu marhalah, Zulkarnaen tersenyum tipis sambil menyenggol-nyenggol pundakku. “Hari pertama kayaknya langsung jadi artis nih!”bisiknya. Keningku mengkerut begitu mendengar bisikannya itu, melihat keningku yang mengkerut seperti orang yang marah Zul langsung membuang muka. “Amin!”bisikku pada Zul. Dia tertawa terkekeh-kekeh mendengar diriku mengamini ucapannya itu. “Siapa nama kamu?”kali ini Ustad Soleh menatap Riza. “Riza Ahmad Hanafi”Riza memperkenalkan namanya dengan penuh bangga. Kemudian Ustad Soleh menoleh padaku dan mengisyaratkan padaku dengan mengangkat kedua alisnya satu senti dari posisi semula.
“Kami berdua kembar Ustad!”ujarku sedikit terpaksa. Sebenarnya diriku selalu keberatan jika harus mengatakan bahwa diriku adalah anak kembar. Entah kenapa selalu begitu, Riza pun mengalami kondisi yang sama, ia merasa sedikit keberatan jika harus mengatakan bahwa kami adalah anak kembar. Seisi kelas langsung dibanjiri gemuruh santriwan dan santriwati yang saling berbisik-bisik begitu mendengar perkataanku tadi. Mereka semua tampak terheran-heran, bahkan santriwan dan santriwati yang duduk di bagian belakang berusaha melihat wajah kami berdua. Inilah yang paling membuatku merasa risih, kami menjadi sorotan satu kelas. Saat pertama kali mengenaliku,Zulkaranaen pun terus memandangiku tatkala ia mengetahui kami adalah saudara kembar saat masa taujihad, ia beberapa kali memanggilku Riza dan memanggil Riza dengan namaku. Namun hanya dalam beberapa hari dirinya sudah mampu membedakan kami berdua tanpa kesalahan sedikitpun.
“Beruntung bapak punya murid kembar! Semuanya jangan ngeliatin gitu, nanti teman kalian ini risih!” kata Ustad Soleh menebar pandangannya ke penjuru kelas. “Ya sudah kita akan melanjutkan perkenalan!”.
“Zulkarnaen Ibnu Hibban”kata Zulkarnaen setelah disuruh berdiri memperkenalkan diri. “Saya asli orang Tasik Ustad!”jelasnya lagi dengan nada sok wibawanya. “Awalnya saya mau masuk ke sekolah favorit di Bandung Ustad! Tapi ada satu hal yang mendorong diri saya untuk masuk ke pondok ini!”tambahnya lagi tanpa diminta, Zul memang tipe orang yang pedean. Ia sangat memperhatikan penampilan, harga diri dan tak ingin menodai nama baiknya sedikitpun dengan hal sekecil apapun. Selalu tampil sok wibawa dan penuh rasa percaya diri, gaya berbicaranya pun penuh dengan nuansa pejabat alias sok pejabat. Itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dari sosok temanku yang satu ini. “Saya sadar bahwa kondisi zaman kita sekarang ini mengalami dekadensi moral, maka dari itu problem yang sangat signifikan ini harus segera mendapat solusi. Saya meninjau dari perpsektif …”.  “Sudah cukup, kita lanjutkan perkenalan!”potong Ustad Soleh sambil tertawa kecil mendengar gaya bicara Zul yang sok pejabat itu.
Pertemuan kali ini hanya diisi dengan perkenalan marhalah, mata pelajaran yang akan kami hadapi dan juga pemilihan pengurus kelas. Aku dan Riza adalah senior di marhalah ini, kami berdua sudah duduk di kelas dua MTs karena kami adalah murid pindahan, sedangkan yang lainnya adalah anak kelas satu. Maka dari itu Riza sebagai anak tertua di marhalah, ia dipilih sebagai ketua marhalah kami. Diriku sendiri dipilih menjadi bagian keamanan di kelas, Riza dipilih sebagai ketua marhalah setelah mendapat suara terbanyak dari hasil musyawarah yang dipimpin oleh Ustad Soleh.
Ustad Soleh pun membagikan selembaran kertas yang berisi daftar kitab yang harus kami beli. Kitab yang akan kami pelajari di tingkat ibtidaiyyah ini ada sepuluh macam kitab. Kami akan mempelajari tata bahasa Arab melalui kitab Jurumiyyah, kitab ini adalah kitab paling dasar yang dipelajari di hampir semua pesantren di nusantara. Konon pelajaran inilah yang dianggap sebagai pelajar angker yang membuat ciut siapa saja yang menghadapinya. Pondok ini memang sangat memperhatikan mata pelajaran yang satu ini, karena ini adalah gerbang untuk memperdalam agama islam. Akhir-akhir inipun diriku baru tahu, bahwa pelajaran bahasa Arab ini atau biasa disebut ilmu nahwu shorof, dapat membantu kita membaca tulisan arab gundul. Kami juga akan diberi materi hafalan surat, dulu, di pengajian di kampungku aku hanya menghafal surat-surat pendek.
 Tapi saat Ustad Soleh memberi materi hafalan, mendadak satu kelas menganga lebar dengan wajah lesu dan kusam. Kami harus menghafal surat Al-Mulk dan Al-Waqi’ah. Kemudian kami juga akan mempelajari keilmuan lainnya seperti fiqh, tauhid, tasawuf, hadits, siroh nabi sampai tafsir Al-Quran. Itu semua akan menjadi santapan kami sehari-hari di pondok ini. Kami akan membeli semua kitab itu di kantor Desan yang menyediakan semua kebutuhan kitab santri di sini. Diriku benar-benar akan disibukkan dengan kegiatan yang ekstra padat, belajar di pondok dan juga di sekolah. Besok diriku akan mulai masuk sekolah dan juga mulai belajar di pondok.


……………
Share:

Tradisi Disetiap Pesantren


Next~

Pondok Pesantren ini memiliki banyak tradisi yang sudah mendarah daging sejak dulu didirikan. Di sini tidak ada kantin khusus untuk santri, tapi karena pondok sudah sangat menyatu dengan kampung Bageur, maka terjalin kerjasama yang baik di antara keduanya. Untuk makan santri punya tiga pilihan, pertama mereka bisa membeli ke warung-warung atau pedagang yang ada di lingkungan pondok. Kedua mereka bisa memasak sendiri, namun pilihan kedua ini biasa dijalani oleh para pengurus asrama. Dan pilihan favorit para santri di sini adalah pilihan ketiga. Kami biasa menyebut pilihan terakhir ini dengan istilah “Ibua-ibuan”, maksudnya para santri akan menitipkan uang bulanan untuk makan ke rumah-rumah warga di sekitar pondok. Maka santri tersebut akan makan di rumah yang sudah dipilihnya itu. Ada yang menitipkan ke rumah Ustad, warga sekitar atau bahkan pak Kiai Basith. Istilah ibu-ibuan ini sudah mendarah daging sejak dulu. Tapi tak semua santri melakukan ibu-ibuan, ada juga yang membeli dari warung-warung di sekitar pondok. Entah siapa yang pertama kali memberi istilah unik ini, akupun sempat tak percaya saat ayah menceritakan istilah ini di bus. Mungkin karena setiap jadwal makan  tiba, para santripun datang ke rumah tempat ibu-ibuan, seolah-olah menganggap itu sebagai ibu mereka sendiri. Tapi sepertinya alasan ini kurang mengena, karena sekalipun yang menjadi ibu-ibuan itu adalah laki-laki, namanya tak akan berubah menjadi bapa-bapaan, tapi tetap saja ibu-ibuan. Ini adalah istilah populer di beberapa pondok yang ada di daerah sini. Karena pondok di seberang sanapun, menggunakan sistem yang sama dan istilah yang sama dengan pondok pesantrenku ini.

Akupun ibu-ibuan di salah seorang Ustad di pondok ini. “Ustad Rohman ini teman ayah dulu, kamar ayah dengan kamar Ustad bersebelahan!”cerita Ayahku saat mengunjungi rumah Ustad Rohman. Santri yang ibu-ibuan di Ustad Rohman inipun cukup banyak, ada sekitar dua puluh orang. Rumah Ustad Rohman ini sangat dekat dengan Asrama perempuan, baru-baru ini aku tahu ada empat Asrama perempuan. Asy-syifa satu, dekat rumah Ustad Rohman ini, kemudian Asy-syifa dua yang terletak di depan rumah Ustad Rohman dan bersebelahan dengan rumah Kiai Basith, dan Asy-syifa tiga dan empat terletak paling ujung dekat kolam besar. Asrama Asyifa satupun terbagi menjadi dua, yakni Adimas dan Asy-syifa satu asrama. “Adimas” adalah singkatan dari Anak Didik Pak Kemas, ini dimaksudkan karena asrama Adimas ini diasuh oleh Kiai Kemas. Sedangkan Asy-syifa satu asrama merupakan bagian yang menyendiri atau otonom. Posisi rumah Ustad Rohman yang sangat strategis ini memberikan sedikit keuntungan bagiku, karena setiap diriku sedang makan di rumah ini, banyak makhluk berjilbab yang berlalu lalang dan menjadi bumbu tambahan menu makanku. Namun tetap saja, di sini pengawasan antara laki-laki dan perempuan begitu ketat. Terutama jika Kang Sam telah beraksi, maka celakalah setiap orang yang tertangkap basah melakukan pelanggaran. Kang Sam tinggal di sebelah asrama Asy-syifa dua, ia akan mengawasi setiap laki-laki yang berusaha mencari-cari kesempatan untuk mengunjungi lawan jenisnya. Pelanggaran yang berhubungan dengan hal-hal berbau “percintaan” adalah salah satu pelanggaran berat di pondok ini.

…………..
Share:

Minggu, 13 November 2016

Ms. Excel

Mengenal Fungsi atau Rumus Microsoft Excel

 

Setelah mengenal Tipe Data Microsoft Excel, dan bisa memulai menggunakan aplikasi excel sekarang Kita coba bahas rumus excel yang sering digunakan dalam dunia kerja atau administrasi perkantoran.

1. Fungsi Average
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;

=AVERAGE(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rata-ratanya. Misalnya untuk mengisi nilai rata-rata dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =AVERAGE(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

 
2. Fungsi Sum

Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah =SUM(number1, number2,…). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range data yang akan dijumlahkan. Misalnya untuk menjumlahkan range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =SUM(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.



3. Fungsi Max
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;
=MAX(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Misalnya untuk mencari nilai maksimal dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MAX(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.



4. Fungsi Min
Fungsi Min adalah kebalikan dari fungsi Max, jika fungsi Max untuk mencari nilai tertinggi atau maksimal maka Min adalah untuk mencari nilai terkecil atau minimum dari sekumpulan data numerik. Bentuk umum penulisannya adalah ; 
=MIN(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Sebagai contoh untuk mencari nilai terendah dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MIN(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.
5. Fungsi Count
Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari suatu range yang kita pilih. Bentuk umum penulisannya adalah ; 
=COUNT(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dihitung jumlah datanya. Sebagai contoh untuk menghitung jmlah data dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =COUNT(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

6. Fungsi Logika IF
Fungsi ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut:
Lambang Fungsi
= Sama dengan
< Lebih kecil dari
> Lebih besar dari
<= Lebih kecil atau sama dengan
>= Lebih besar atau sama dengan
<> Tidak sama dengan
Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah ;
=IF(logical_test,value_if_true,value_if_false), artinya kalau ekspresi logika (logical_test) bernilai benar, maka perintah pada value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan.
Kolom keterangan diisi dengan ketentuan, jika kolom TANDA sama dengan M, maka keterangannya MAIN, jika tidak, maka keterangan berisi TIDAK MAIN. Ini dapat diselesaikan dengan rumus =IF(C3=”K”, “MAIN”,”TIDAK MAIN”). Pada rumus diatas Kita lihat bahwa jika datanya bertipe Teks/alpha numerik harus diapit oleh tanda kutip dua, lain halnya dengan tipe data numerik, tidak boleh menggunakan tanda kutip. Nah sekarang bagaimana jika ada beberapa kondisi/bertingkat (IF Bertingkat) seperti pada kasus nilai mahasiswa. =IF(H3>=81,"A",IF(H3>=66,"B",IF(H3>=56,"C",IF(H3>40,"D","E")))), hal yang sama juga bisa dilakukan untuk mengisi kolom keterangan, dengan ketentuan, Jika nilai hurufnya sama dengan “A” maka keterangan “SANGAT MEMUASKAN, jika “B” maka “MEMUASKAN”, jika “C”, maka “CUKUP”, dan jika “D” maka bernilai “KURANG”, selain dari itu, maka bernilai “GAGAL”. Nah sekarang sudah paham kan bagaimana cara menggunakan fungsi IF, sekarang langsung dipraktekkan deh supaya tidak lupa! ;))
Semoga bermanfaat bagi kalian semua~
Share:

clock

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels